Wudlu dan Mandi Besar

14 Agustus 2008 at 12:14 am (Uncategorized)

Wudlu adalah bentuk taharah (bersuci) untuk menghilangkan Hadas kecil. Wudlu diperintahkan ketika akan melaksanakan shalat. Allah SWT. Berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakiku sampai dengan kedua mata kaki” (Q.S Al Maa’idah [5] : 6)

Dari ayat tersebut dijelaskan, bahwa itu adalah bagian wajib dari wudlu, yaitu bagian yang mesti dilaksanakan pada saat wudlu. sehingga banyak Ahli yang berpendapat yang harus dulakukan pada saat wudlu termaktub dalam ayat di atas, yaitu :

1. Mencuci muka

2. Mencuci Tangan

3. Mengusap kepala

4. Mencuci kaki sampai mata kaki

sedangkan bagian sunnah adalah tata cara wudlu yang disebutkan dalam hadist. Apabila bagian sunnah tersebut terlewatkan, wudlu tetap dinilai sah.

Alat Untuk berwudlu:

Ketika berwudlu, kita harus menggunakan air. Allah tidak hanya menciptakan air sebagai sumber kehidupan manusia, tetapi Allah menjadikan air sebagai alat untuk bersuci. “...dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu. Selain air hujan Apakan air laut bisa sebagai alat untuk bersuci.  Rasulullah bersabda ” Laut itu suci airnya dan halal bangkainya” (H.R al-Arba’ah dari Abu Hurairah r.a). berdasarkan ayat dan hadis tadi bisa disimpulkan ada dua jenis air yang dipakai untuk berwudlu yaitu air laut dan air Hujan dengan segala turunannya seperti air sumur, air sungai dll.

Terkadang saya sering melihat wanita berjilbab yang berwudlu di tempat terbuka, mereka membuka jilbabnya untuk melakukan wudlu apakah hal itu bernar? Hal ini merujuk pada keterangan berikut “Aku pernah Melihat Rasulullah Saw mengusap sorban dan kedua sepatunya ketika wudlu” (H.R Bukhari, Ahmad dan Ibnu Majah dari Amr Ibnu Umayyah r.a). Hadis ini menegaskan bahwa Rasulullah Saw mengusap kepala tanpa mencopot sorbannya. beratri kaum wanita    boleh membasuh kepalanya tanpa mencopot kerudungnya.

Cara Mandi Besar

Semua orang sepakat bahwa mandi adalah menuangkan air ke seluruh badan tanpa kecuali. Namun tidak seperti mandi biasa, Mandi janabat (mandi besar) mempunyai cara-cara tertentu, berdasarkan petunjuk Rasulullah Saw. “Apabila Rasulullah Saw mandi, beliau mulai dengan menyuci kedua (telapak) tangannya, kemudian beliau tuangkan air dengan menyuci kaki dan tangan kanannya untuk membersihkan kemaluannya. kemudian beliau berwudlu sepertu untuk shalat, kemudian beliau mengambil air dan memasukkan jari-jarinya ke pangkal rambutnya. ketika kelihatan merata beliau tuangkan air ke atas kepalanya tiga kali, kemudian beliau cucurkan air ke seluruh badannya, dan terakhir beliau cuci kakinya“(H.R Muttafaq’alaih dari Aisyah r.a).

Berdasarkan hadis sahih di atas, kita dapat mengambil gambaran tentang cara-cara mandi besar:

1. Mencuci telapak tangan sampai pergelangan

2. Mencuci kemaluan dengan tangan kiri

3. Berwudlu sebagaimana halnya untuk shalat

4. Menyela-nyela rambut dengan jari

5. Meratakan air ke kulit kepala (berkeramas)

6. Menyuci seluruh badan

7. Menyuci kaki sampai dengan mata kaki

mungkin ini informasi yang saya ketahui kalau ada komentar atau kesalahan mohon di koreksi

1 Komentar

  1. fidya said,

    untuk yang mandi wajib bukannya nomor 2 dulu yah baru no 1. kan logikanya ngebersiin dulu baru alat pembersihnya dibersihin. tau juga deh wallahu alam..btw sepi amat blognya ga ada yg kasih komen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: